Memeriksa hak akses...
Silakan login atau buat akun terlebih dahulu untuk mengakses modul materi eksklusif ini.
Masuk / Daftar Akun Kembali ke BerandaPrinsip Moral & Anti-Korupsi
Bertindak konsisten sesuai dengan nilai, norma, dan kode etik yang diyakini benar secara moral.
Menurut beberapa ahli tata negara, integritas dinilai dari tiga sudut pandang:
Integritas bukan sekadar moral individu, melainkan pilar penting sistem birokrasi:
Karakter moral dasar yang wajib melekat pada kepribadian individu:
Nilai-nilai yang menentukan kualitas kerja seorang aparatur sipil:
Bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungan sosial sekitar:
Singkat menjadi: Ju-Dis-Tang (Jujur, Disiplin, Tanggung Jawab) | Ke-Se-Man (Kerja Keras, Sederhana, Mandiri) | Ber-Ad-Pel (Berani, Adil, Peduli).
Sikap paling vital bagi pegawai negeri saat pesta demokrasi:
Pegawai yang berintegritas wajib menyaring informasi:
Sikap saat berhadapan langsung dengan masyarakat konsumen layanan:
Ada Kesepakatan Awal (Sifatnya Transaksional)
Tanpa Transaksi Eksplisit (Sifatnya Tanam Budi)
Conflict of Interest (Nepotisme Struktural)
Jebakan nomor satu di soal cerita. Ini pisau pembedanya:
Skenario di mana kamu diminta memilih opsi yang terkesan baik tapi melanggar aturan.
Jika di soal cerita atasanmu meminta kamu melakukan manipulasi laporan:
Jika ada pegawai pintar, target kerja selalu tercapai tepat waktu, tapi diam-diam dia menaikkan nota anggaran (mark-up), dia disebut: Profesional, tapi Tidak Berintegritas.
Jika ada pegawai jujur setengah mati menolak gratifikasi, laporan keuangan rapi bersih, tapi kinerjanya lambat dan gaptek, dia disebut: Berintegritas, tapi Kurang Profesional.