Memeriksa hak akses...
Silakan login atau buat akun terlebih dahulu untuk mengakses modul materi eksklusif ini.
Masuk / Daftar Akun Kembali ke BerandaKesetiaan NKRI, Deteksi Dini & Pencegahan Ekstremisme
Ideologi ASN sudah final: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Tidak ada ruang untuk ideologi lain.
Menghindari pandangan yang ekstrem (baik kanan maupun kiri) dalam menjalankan ibadah, bersosial, dan melayani masyarakat.
Radikalisme modern sering menyebar melalui narasi kebencian terhadap pemerintah yang sah atau provokasi SARA di media sosial.
Mengenali ciri-ciri awal: rekan tiba-tiba memisahkan diri dari kelompok, sering mengkritik dasar negara dengan nada kebencian, atau tertutup.
Jika radikalisme masih dalam tahap "bibit" (misal: rekan sekadar iseng *share* kutipan tokoh radikal atau mulai pesimis pada negara).
Orang yang terpapar radikalisme sering merasa terasing. Mencegahnya adalah dengan merangkul mereka ke dalam kegiatan positif.
Edukasi tidak lagi berlaku jika pelanggaran sudah berskala makar, tindakan anarkis, atau sudah masuk ke dalam perencanaan aksi ekstrem.
Jika ada oknum yang meminta izin penggunaan fasilitas kantor/balai desa untuk deklarasi ormas yang terindikasi anti-Pancasila.
Banyak peserta terkecoh antara menjadi "Toleran" (Sosial Budaya) dan menjadi "Tegas" (Anti-Radikalisme). Kenali bedanya dari *konteks soal*.
Nasionalis + Kritis + Tanggap.
Gunakan rumus 2 Langkah Anti-Radikal dalam menjawab soal:
1. Jika masih gejala/opini ringan: Jawabannya adalah merangkul, mengajak diskusi, dan mengedukasi (Persuasif).
2. Jika sudah terbukti masuk organisasi terlarang/berbuat anarkis: Jawabannya adalah bersikap tegas, menolak, dan langsung melaporkan ke pihak berwajib (Tindakan Nyata).